Beberapa Tahun Yang Lalu Kita bicara Dan Akhirnya Membawa Kita Tidak Bicara Sama Sekali

kenapa aku mencintaimu? mungkin tidak pernah terjawab,mungkin hanya pertanyaan konyol. entahlah, namun hatiku selalu berbunga saat kau membalas pesanku atau melihatmu dalam kejauhan. atau kau sebuat aku ini gila, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan aku yang sudah tak waras.

malam itu sehabis bulan purnama  tenggelam bersama awan, dan kita berdua menghabiskan sepuluh kaling bir. dan kita sama-sama tau, saat kita mabuk maka kata hati kita keluar. maka malam itu kita melakukan pengakuan dosa, dari mulutku dan juga multmu. lalu kita diam, dan kemudian berdiri. jalan kita terhuyung. kita berpelukan, sata itu bulan mengintip nakal. dan kita masuk dalam mobil kita masing-masing. selanjutnya kita pergi, kukira tanpa kata perpisahan.

dan sampai detik ini kita sama sekali tak bicara.

taukah kau, aku rindu saat minum kopi menjelang sore, atau saling balas pesan pedek. maka sekarang yang ada hanya kerinduanku.kau tau aku selalu merindumu.

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
20
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in No Politik
Discussion 0 Comments
Tags

,

Menjelang Hari penentuan….

Mau ngeliput tentang apa….

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
18
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in blues cita-cita
Discussion 0 Comments
Tags

Kau Sarjana Muda, Resah Mencari Kerja

Terjadi sebuah argument seru dirumah Ndoro Kakung. Dan perdebatan seru diberanda pagi-pagi juga melibatkan Ndoro putri, sebenarnya Ndoro Putri tidak mau terlibat jauh-jauh. Namun kuping dan mulutnya gatal juga ketika Parto pembantu plus supir pribadi dirumah Ndoro Kakung ini tidak mau menyekolahkan anaknya. Menurut Parto sekolah itu buang duit dan tidak menghasilkan. Lebih baik uang untuk  sekolah dijadikan untuk modal buat warung makan atau wirausaha dibidang lain, misalnya buka cucian mobil atau membuka kios jahit.

“Parto, kamu tega lihat anak kamu yang seharusnya masih dibangku sekolah kamu suruh kerja?” Ndoro kakung memberi gambaran mudah pada Parto yang masih ngeyel dengan ide dan pola pikrinya.

“Ndoro lihat sendiri, dikoran dan diTV pengangguran banyak Ndoro. Mulai dari lulusan SMA sampai Peguruan Tinggi. Sampai hari ini tidak ada perubahan Ndoro. Jadi ngapain Arman harus sekolah kalau cuma lulus nganggur juga.” Parto tetap dengan argument yang memang masuk akal.

“Lho..Lho…. jangan main motong kompas seenaknya To, kamu lihat cuma pakai sebelah mata saja. Banyak yang suskes karna sekolah. Contoh saja anak tukang sayur yang sering  jualan didepan rumah ini. Anaknya sukses setelah jadi sarjana. Malahan kerja diperminyakan To. Jadi kamu jangan Ngasal bikin kesimpulan negative tentang jeleknya sekolah.” Ndoro Putri ikut angkat bicara.

“sekolah intu invest jangak apanjang To, pasti kowe bangga kalau Arman jadi sarjana. Anak sopir jadi sarajana terus juga kerja diperusahaan minyak. Pasti atimu bangga, ora koyo nek anakmu dadi kuli bangunan.” Ndoro Putri makin semangat mencramahi Parto.

“Lah kenyataanya satu banding seribu Ndoro.” Parto tetap kekeh dengan argument yang dibangun dari tadi.

“Kamu dapat itungan dari mana To.” Ndoro kakung menatap wajah Parto.

“Lha dari koran tho Ndro juga dari TV, pabrik-pabrik sudah ndak terima lowongan. Juga  departemen-departemen pemerintahan juga ndak buka lowongan Ndoro.” Parto kembali menjelaskan apa yang dilihat diTV dan dibaca dikoran.

Hush. Beritakan Cuma dilebih-lebihkan, biar kita lebih kreatif membangun lapangn kerja. Biar kita sadar dan segera bangun dari tidur.” Ndoro Kakung mencoba mententramkan hati Parto yang sudah jadi korban berita.

“Apa ndak malu, kamu jadi pembantu terus anak kamu Cuma jadi kuli bangunan To.” Ndoro Putri ikut-ikutan nyodok Parto.

“Kalau memang Ndak kuat biaya, biar Arman saya bantu biaya. Tapi harus sekolah.” Ndoro putri mencoba mengakhiri argument dan debat panjang pagi-pagi.

Setelah terjadi perdebatan panjang yang diakhiri dengan keputusan untuk sekolah lagi, Arman esok paginya tercatata kembali menajdi seorang siswa.   Setelah diyakinkan sama Ndoro Kakung dan Ndoro Putri bahwa sekolah adalah invest jangka panjang. Jadi metik hasilnya dalam kurun waktu yang cukup lama. Karna Arman harus memasuki jenjang-jenjang yang berlaku untuk masuk dalam dunia kerja yang lebih bonafid.

“To, gimana sekolah anakmu.” Ndoro Kakung bertanya sambil mencolek bahu Parto yang lagi nyetir.

“Rajin Ndoro. Sedikit lagi ujian kelulusan SMA.” Jawab parto

“Wah, anakmu bakalan jadi Mahasiswa To.” Ndoro Kakung mencoba bikin bungah hati Parto.

“Bakalan ikut demo mboten ya Ndoro?” tanya Parto sedikit gundah.

“Lho..lho.. jangan pesimis kaya gitu To, anak mahasiswa teriak-teriak wajar saja. Asal ndak melanggar hukum. Biasalah jiwa anak muda yang suka mendidih. Kaya ndak pernah enom saja kamu To.” Ndoro kakung menenangkan hati Parto.

Arman anak sopir dan pembantu tercatat sebagai mahasiswa tehnik disebuah Universitas negri. Parto bungah bukan main, dulu dilarang-larang sekolah tapi saat Arman masuk diuniversitas bonafid Parto mirip orang kesetanan. Hampir setipa hari Parto cerita tentang anaknya yang sudah mahasiswa. Di pangkalan sopir, sesama pembantu, tukang sayur, juga sama majikannya Ndoro Kakung dan Ndoro Putri.

Saiki bangga yo To sama anakmu?” Ndoro Putri bertanya sambil duduk menikmati angin semilir diberanda belakang.

Inggih bangga Ndoro.” Jawab Parto bungah.

“Dulu pesimis, ngelarang anak sekolah. Saiki giliran sudah mulai kelihatan hasil mulai mbungai.” Sindir Ndoro Putri.

“Ya jelas bungah to Ndoro, kata Ndoro ini invest jangka panjang. Lha kalau Arman lulus terus jadi sarjana tehnik dan kerja diperusahaan minyak nama bapaknya ikut keangkat, siapa yang ndak bungah Ndoro.” Jawab Parto semangat.

“Kalau anakmu sudah kerja diperusahaan minyak, kamu pensiun To.” Ndoro Putri bertanya ke Parto.

“Menurut Ndoro?” Kali ini Parto mengembalikan pertanyaan.

Dapurmu To..Parto.” Ndoro Putri Cuma mesem-mesem sambil lewat.

Hari yang dinanti datang juga, invest jangka panjang akan segera membuahkan hasil. Parto dan Istri sudah bangun dari pukul empat. Mengosok kemejanya selicin-licinya, juga mengosok gigi sebersih-bersihnya. tak lupa menyemprotkan farfum murah banyak-banyak ke kemeja yang digosok licin-licin.

“Hari ini Arman wisuda Bune.” Parto berucap sambil bercermin tanpa menoleh kearah istrinya.

“Sedikit lagi kita pensiun Pakne.” Jawab istri Parto sumringah

“Hidup didesa, sambil nikmatin hari tua ya Bune.” Lanjut Parto

Lha iyo, sedikit lagi invest jangka panjang kita menghasilkan Pak.” Jawab Istri Parto

“Betul Bune.” Lanjut Parto.

Dua bulan setelah Wisuda, Arman belum juga bekerja. Semua lowongan yang ada di Koran telah dikirimi lamaran. Bahkan ada beberapa yang sudah didatangi langsung. Dan hasilnya masih nihil, Arman sambil nunggu panggilan kerja bantu-bantu bapaknya Parto nyuci mobil Ndoro. Kadang-kadang jadi supir buat Ndoro Putri arisan atau nengok cucunya diluar kota.

“Gimana To, rasanya punya anak sudah jadi Sarjana.” Ndoro kakung melontarkan pertanyaan dimobil.

“Bangga opo Ndoro.” Jawab Parto masam

“Lho..lho. anak sudah jadi sarjana kok ndak bangga.” Ndoro kakung mencoba membuat bungah hati Parto.

“Bener kata saya dulu Ndoro, buat apa sekolah habisin duit. Ndoro sekarang lihat saja Arman, sarjan pengangguran. Inves jangka panjang saya hancur total Ndoro dan tetap saja saya tidak jadi pensiun. Kalau pun jadi pensiun paling-paling Arman yang jadi pengganti saya Ndoro.” Parto berkata pasrah.

“Lho..lho.. kok patah semangat.”

“Ya jelas saya sudah ndak yakin Ndoro, invest jangka panjang saya gagal total. Mendingan uangnya buat modal buka warung makan apo bengekel las. Sekaligus itung-itung ngurangi pengangguran, ndak perlu pusing kirim-kirim lamaran. Coba kalau dipikir-pikir, uang yang buat lamar sana-sini dijadiin modal buat bikin warung baso pasti sudah kebuka.” Jawab Parto sekenanya.

-Jakarta 26 Maret 2011-

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
16
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in blues cita-cita
Discussion 0 Comments
Tags

,

Pekerjaanmu Apa?

Dulu. ya, mungkin sudah lama sekali. saat itu pertamakali saya menginjakan ruang kelas, dengan seragam merah putih bersih dan baru saja dibeli dua hari yang lalu oleh Nenek dipasar. kata kebanyakan orang ini adalah hari pertama membuka peta sejarah, masuk akal. namun banyak juga awal dari kehancuran,belum terbukti secara kongkrit.

saya adalah siswa baru yang pada umunya saat umur enam tahun harus masuk yang namanya Sekolah, dan didalam kelas dimana aku duduk dibangku panjang tua. ada duapuluh siswa yang kebanyakan berwajah tegang. kemungkinan saya juga, karna sampai detik ini tidak ada teman saya yang didalam ruangan tersebut bercerita atau menulis tentang wajah saya di hari itu. lalu masuklah seorang Guru,buatku wajahnya galak. entah buat yang lain, mungkin mempunyai pandangan yang sama. tapi tidak terlalu penting.

Guru tadi langsung mengabsen, dan nama yang disebut harap berdiri. kira-kira butuh waktu hampir lima menit, dan kebayakan di dalam ruangan malu-malu untuk berdiri dan menunjukan wajahnya ke Guru dan teman-temanya. setelah selesai mengabsen Guru tersebut berdiri ditengah-tengah siswa dan berkata.

“Apa cita-cita kalian?” Matanya menyorot keseluruh kepala siswa yang menatapnya aneh, mungkin termasuk saya. tidak ada jawaban dari murid-murid, mungkin buat saya dan teman-teman terlalu berat untuk menajwab atau mungkin sebagian malah malu untuk menjawab.

lalu guru tadi berjalan kearah seorang siswa perempaunberambut pendek.

“Apa cita-citamu?” Guru itu menatap sambil tersenyum, lalu siswa berambut pendek itu dengan malu menjawab.

“Dokter Bu.”

saya mengusap mata saya, dan memori belasan tahun yang lalu kadang-kadang masih terlintas di kepala. semua cita-cita yang pernah ada pelan-pelan buram, teman-temanku ada yang sukses namun bukan sukses seperti cita-cita yang diinginkan. begitu juga dengan siswa wanita berambut pendek. saya bertemu dengannya sekitar setahun yang lalu, namun yang saya lihat bukanlah dokter tapi seorang asisten pengacara yang jauh dari profesi dokter.

lalu saya, ya saya? saya hanya tersenyum. bahkan saat saya ditanya oleh teman-tema saya apa pekerjaanmu?

apa penting? lalau apa pekerjaan saya? dan bila ada yang bertanya lagi. maka akan saya jawab, saya suka bercerita. maka kemungkinan besar saya seorang pendongeng atau pembual yang menulis imajinasi untuk jadi sebuah cerita.

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
16
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in blues cita-cita
Discussion 0 Comments
Tags

,

Nobel Perdamaian

Mimpi?

coba siapa yang tidak pernah bermimpi? hampir semua yang hidup dan bernama manusia pasti pernah mimpi. mungkin terlalu dibesar-besarkan tentang mimpi termasuk saya, mungkin juga mimpi saya ini juga pernah dialami oleh orang lain. sebenarnya saya ini mimpi apa? sampai harus nulis yang aneh seperti hari ini. tadi pas tidur saya terbangun, saya diberi Nobel. coba siapa yang tidak langsung ‘makdeg’, mimpi dikasih nobel saja saya jadi pikiran dan panas dingin.

maka pagi itu saya langsung diam sambil berfikir arti mimpi, malah sampai mau cari-cari buku primbon segala di toko buku bekas.  namun setelah dipikir-pikir lucu juga, coba saya inikan bukan Nelson Mandela, Soekarno atau orang yang dengan lantang atau berapi-apai membuat perubahan. saya ini cuma orang yang melakukan hal yang biasa bahkan sangat biasa. bahkan kebiasan-kebiasan saya juga sangat biasa, dimulai dari bangun siang. lalau setelah itu buka-buka lowongan di internet plus minjem koran pada Pakde Jarwo yang suka mangkal diujung gang dimana saya tinggal. setelah itu lalau naik motor butut saya pergi ketempat dimana teman-teman saya suka jualan kopi atau sekedar bertanding catur dengan para pedagang buku loakan. lalau menjelang sore ikut menikmati angin sepoi-sepoi ditaman sambil lihat opa-oma sedang jalan-jalan ditemani anjing ras mereka. kemudian malam kewarung nasi teman saya untuk bantu-bantu cuci piring atau melayani tamu dan selanjutnya makan geratis dengan lauk tempe, sambel plus potongan ikan asin dan itu makan untuk mengganti sarapan pagi, makan siang. jadi kalau makan sehari sekali dan itu juga geratis.

Tiba-tiba mimpi di kasih Nobel, siapa yang tidak panas dingin. setelah mendapat mimpi itu saya jadi sering-sering bercermin, melihat bentuk wajah saya yang pas-pasan. terus rambut saya yang gondrong berantakan, ditambah dengan bau badan yang bikin orang lain tidak nyaman. jangan-jangan yang kasih mimpi salah nyisipin ke alam tidur saya.

kesimpulannya, saya pikir itu cuma bunga mimpi. para peraih Nobelpun tidak pernah memikirkan untuk mendapatkan Nobel atau bermimpi tentang Nobel. mereka bekerja memang benar-benar untuk kepentingan umat manusia di Dunia, dan kalaupun saya  hanya dikasih mimpi saya cukup senang. secara tidak langsung semangat saya tumbuh dan kalau memang Tuhan memberikan Nobel buat saya pada suatau hari itu sudah kehendak yang maha kuasa. jadi buat saya lakukan yang terbaik saja,  mengubah kehidupan dan dunia adalah cita-cita setiap umat manusia. Jadi kalaupun dalam dunia nyata  sama sekali tidak dapat Nobel? tetaplah berbuat baik untuk dunia dan sesama.

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
16
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in No Politik
Discussion 2 Comments
Tags

,

Menginjak Tanah Majapahit

Kereta ekonomi berjalan lancar, tidak ada halangan yang berarti. berhenti di beberapa stasiun namun tak terasa karna saya mendapatkan teman mengobrol sepanjang jalan.

waktu terus berburu, seluruh stasiun terlewat sempurna, saya melihat langit gelap dari balik jendela. sesekali rembulan juga muncul, namun percuma tidak bisa kunikmati. kawan mengobrolpun tertidur pulas. maka saya juga ikut memejamkam mata.

entah berapa lama saya terlelap, hanya sayup-sayup sebuah nama stasiun. saya lalu membuka mata dan bertanya pada kawan perjalanan yang sedang merokok.

Stasiun Mojokerto ( Doc. Pribadi )

“Stasiun yang saya harus turun masih jauh mas?’ tanya saya

“Satu Stasiun lagi.” Jawab Mas itu. saya langsung meraih ponsel dan menelpon teman yang akan menjemput.

“Saya duluan ya mas.” kata saya sambil mengangkat ransel dan menuju kearah pintu karna sebentar lagi kereta akan berhenti di stasiun yang saya tuju.

Bro Uyiz & Me

akhirnya saya tiba di stasiun Mojokerto, saya langsung melompat dan menuju kamar mandi untuk cuci muka. ponsel saya bergetar. setelah saya lap muka saya buka ponsel ternyata teman saya sudah menunggu di pintu stasiun. saya bergegas menuju pintu luar, kulihat cowok gondrong dan temannya dengan gaya potongan cobain.

“selamat datang di Mojokerto kawan.” Sambut kawanku sambil berjabat tangan. dikuti temannya yang konon namanya Gendut.  setelah berbasa-basi sebentar saya langsung diajak menuju mobilnya yang sengaja menjemput saya.

sampai didalam mobil saya di sambut dengan musik Kron yang entah apa judulnya

“Sampai juga kau di kotaku.” kawanku mecah keheningan pagi

“Janji adalah hutang bro.” Jawabku enteng

“Lalu?” Tanya kawanku

“Bersenang-senang kita.” Jawabku cepat. lalu kita tertawa bersama.

angkat minuman dinginmu kawan.

-Mojokerto pagi-

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
14
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in No Politik
Discussion 0 Comments

Go Mojokerto dan Aremania Malang

sebenernya perjalanan kali ini sudah di prediksi namun meleset sampai satu minggu, dan kenyataan satu minggu setelah jadwal masih saja meleset. maka keptusan diambil adalah saya jalan sendiri.

maka dengan waktu yang tersisa saya langsung naik angkot menuju Jatinegara, perjalanan yang biasanya macet dan bikin ruwet kepala yang saya bayangkan ternyata tidak. semua jalanan lancar. maka setelah angkot berhenti saya langsung melompat dan berjalan cepat menuju loket.

“Mbak, masih ada tiket ke Mojokerto atau Surabaya jam segini?” tanya saya pada Mbak penjaga loket yang lagi mengaduk rujak.

“Ekonomi mas, sepuluh menit masuk peron satu. tapi gak dapat tempat duduk.” terang Mbak penjaga loket.

“Berapa?” Tanyaku segera.

“Tigapuluh tiga.” jawabnya

maka tanpa berfikir lagi saya langsung menyodorkan uang dan menyambar tiket yang baru saja di print.

saya segera menuju peron yang dimaksud setelah bertanya pada petugas yang lagi merokok di pintu masuk. dibarengi juga pengumumna dari informasi bahwa kereta ekonomi tujuan surbaya ada masalah di pasar senen.

setelah tau pengumuman dari informasi saya langsung ikutan duduk dengan sekelompok laki-laki yang juga menunggu kereta.  setelah cek ponsel dan memanggil tukang air yang kebetulan lewat, seorang dari kelompok itu bertegur sapa.

Menunggu Kereta

“Mau kemana Mas?” tanya laki-laki berjaket Hitam.

“Mojokerto Mas.” Jawab saya. lalu laki-laki yang  berjaket hitam menyodorkan sebungkus rokok.

“Rokok Mas.” saya hanya mengangguk dan tersenyum.

“Ini mau pulang apa liburan.” Tanya saya gantian.

“Pulang kampung Mas.” Jawab si Jaket hijau cepat.

“Lho gak pada kerja?” Saya kembali bertnya.

“Kebetulan kios lagi tutup, terus pasar baso lagi sepi.” Jawab si jaket hijau lagi.

“Kalau Masnya sendiri kerja apa?” Tanya si Jaket Hijau kemudian.

“Nganggur Mas.” jawab saya.

” Sama dong Mas.” celetuk si kaos putih. lalu kita berempat tertawa bersamaan. lalu saling berjabat tangan dan menyebutkan nama. kemudian terdengar dar informasi kereta yang akan saya naiki dalam waktu lima menit masuk ke peron yang di tentukan.

saya lalngsung pamitan dan berjabatan tanga sekali lagi.

Arek Malang terdampar di Jatinegara

“Cak! kalau ada waktu mampir di Malang.” teriak si jekaet hijau.  saya hanya mengangguk  dan segera melompat ke Gerbong setelah kereta melambat.

-Jatinegara setelah siang-

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
13
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in Jalan Dan Waktu
Discussion 0 Comments

Apa Yang Membuat Kita Beda

kalau misal ada yang bertanya sebuah nama, dan menjawab apa arti sebuah nama? kadang yang ngomong seperti itu saya panggil “kodok” eh malah marah. terus cuma masalah sepele seperti itu membuat kita jadi beda.

kadang juga aneh, saat saya menjadi bulan-bulanan kata beda.

“Hai kawan kita beda, pokoknya beda.”   saya hanya melihat orang itu dari atas sampai kebawah, tapi sepertinya memang beda. “Fair”, tapi yang kadang membuat jengkel adalah orang itu tidak bicara sama sekali. kalau saya pikir buat dia bicara buang waktu, mungkin juga gagu.

seperti halnya saat saya suka sama seseorang, dan terus ada yang sok-sokan bilang.

“Ngaca gak, kamu itu beda. beda benget.”

terus kalau sudah terlanjur suka gimana?

“Salah sendiri kenapa kowe beda.”

pas lagi mikir tentang beda tiba-tiba jidat saya kepentok tembok, terus orang yang ngaku-ngaku beda juga kepentoktembok. dan kita sama-sama benjol di kepala sebesar telor bebek. lalau apa yang membuat kita beda?

-tanda tanya di kepala-

Share:
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Orkut
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Design Float
  • Yahoo! Buzz
  • Add to favorites
  • BarraPunto
  • Bitacoras.com
  • BlinkList
  • blogmarks
  • Blogosphere
  • blogtercimlap
  • connotea
  • Current
  • Diigo
  • DotNetKicks
  • DZone
  • eKudos
  • email
  • Fark
  • Faves
  • Fleck
  • FriendFeed
  • FSDaily
  • Global Grind
  • Google Buzz
  • Gwar
  • HackerNews
  • Haohao
  • HealthRanker
  • HelloTxt
  • Hemidemi
  • Hyves
  • Identi.ca
  • IndianPad
  • Internetmedia
  • Kirtsy
  • laaik.it
  • LaTafanera
  • LinkaGoGo
  • LinkArena
  • Linkter
  • Meneame
  • MisterWong
  • MisterWong.DE
  • Mixx
  • MOB
  • MSN Reporter
  • muti
  • MyShare
  • N4G
  • Netvibes
  • Netvouz
  • NewsVine
  • NuJIJ
  • PDF
  • Ping.fm
  • Plurk
  • Posterous
  • Print
  • Propeller
  • Ratimarks
  • Rec6
  • Scoopeo
  • Segnalo
  • SheToldMe
  • Simpy
  • Slashdot
  • Socialogs
  • SphereIt
  • Sphinn
  • Suggest to Techmeme via Twitter
  • ThisNext
  • Tipd
  • Tumblr
  • Upnews
  • viadeo FR
  • Webnews.de
  • Webride
  • Wikio
  • Wikio FR
  • Wikio IT
  • Wykop
  • Xerpi
  • Yigg
09
Jun 2011
Posted by My Desember
Posted in Kita Beda
Discussion 0 Comments
Tags

,